>
Kisah-kisah sedih perempuan dunia Dolores Haze : Kisah-kisah sedih perempuan dunia

Future Machine

Tuesday, August 2, 2011

Kisah-kisah sedih perempuan dunia

Miris banget....
Bukan soal feminis yg bakal dibahas, tapi cerita sedih perempuan di berbagai belahan di dunia yg terpaksa harus mengikuti adat atau kepercayaan masyarakatnya. 
Hmm, tapi klo liat ini... Apakah disebut dengan Adat, Religi, atau Kekerasan ya ?
Maaf klo artikel ini agak frontal dikit, dan klo ga kuat ngeliat, langsung close aja ya, hehe
(click image for large size)

1. Breat Ironing (perataan payudara)
  Payudara yg seharusnya jadi kebanggan tiap perempuan dianggap sebagai pengundang para lelaki buat memperkosa mereka. Praktek meratakan payudara dilakukan di Kamerun oleh ibu-ibu untuk mencegah putri mereka diperkosa, MBA, atau sex before married. 
  Payudara mereka digilas pake alat tumbuk kayu, pisang, batok kelapa, sampai palu. Pokoknya segala macam benda tumpul yg tajam deh. Nah, jadinya rata deh...
  Survei German Development Agency di thn 2006 menunjukkan ada lebih dari 5000 cewek usia 10-82 tahun mengalami hal ini. 
  Pelaku Breast Ironing bakal dipenjara selama 3 tahun kalau tertangkap.
proses perataan payudara

Alat-alat yg digunakan untuk meratakan payudara

2. Foot Binding (pembengkokan kaki)
  Praktek ini dilakukan dengan cara mematahkan ruas-ruas jari dan telapak kaki, lalu dibungkus dgn obat herbal dan darah hewan, dibalut kain katun hingga 2 tahun lamanya, sehingga jadi memanjang 7,62 cm kayak bunga Lotus ! hiiiiiy. Biasanya dilakukan di umur 3-8 tahun di saat musim salju. Cewek yg dipatahkan jari kakinya dilarang beristirahat, tetap beraktifitas, dan tetap berjalan seperti biasa, walau berat badan semakin menindih dan mengakibatkan ruas-ruas terlipat. Kalau kaki yg terlalu gemuk disumpalkan juga pecahan benda tajam di antara jempol yg dilipat dgn telapak kaki bawah. Semakin parah infeksi luka kaki semakin lunak kakinya, ouuch.
  Praktek ini dilakukan untuk kepuasan para lelaki abad 17 yg merasa tergoda dgn goyangan pinggul akibat langkah kaki-kaki kecil. Sayangnya, cewek yg kena foot binding ga boleh diliat kakinya, karena bisa menghilangkan gairah dan berbau busuk, yaiyalah.... 
  Wew, kan bisa kali klo cuma goyang biasa aja, ketimbang matahin kaki, aneh-aneh aja.
  Kwan Siew-Wah adalah cewek pertama yg menentang praktek ini saat kakinya bakal diperlakukan hal yg sama di masa kecilnya. 
Hasil kaki sebelum dan sesudah pematahan

Bentuk kaki perempuan yg terkena Foot Binding dengan sepatu khususnya

Bentuk kaki korban foot binding

3. Female Genital Mutilation/FGM (mutilasi kelamin perempuan)
  Praktek ini telah memakan korban sekitar 130 juta perempuan di 28 negara Afrika, bahkan semenanjung Arab. 
  Mutilasi ini dilakukan dgn pengambilan sebagian bagian kelamin, seperti klitoris dan labia minora. Trus labia mayora nya dijahit dan cuma nyisain lubang vagina sama lubang kencing doank. 
  Praktek ini dilakukan dgn tujuan untuk menghindarkan sex before married, rape, MBA, dan katanya buat ningkatin "harga jual" si cewek di depan calon suami. ckckck
  Betapa sakitnya kan operasi sunat cewek ini klo dibayangkan ? Apalagi dilakuin pas usia puber. Akibatnya bikin cewek terkena infeksi dan mandul karena organ vitalnya telah rusak.
  Praktek FGM udah dilarang oleh WHO dan seluruh dunia, termasuk Afrika saat ini. Darie Warris adalah contoh nyata seorang aktivis anti-FGM dan supermodel yg selamat dari FGM di Somalia.
Korban FGM. So sad isn't ?

Alat-alat yg dipake buat "sunat cewek"

Darie Waris

4. Lip Plate (bibir piring)
  Sakit bukan main. Bayangkan, kayu berdiameter max 16 cm dimasukkan ke dalam bibir yg udah di piercing. Diameternya setahap demi setahap. Diberlakukan untuk cewek usia puber. 
  Semakin besar diameter, semakin banyak ternak yg dibayarkan sebagai mahar.
  Untunglah, saat ini cewek puber tidak diwajibkan memakai plate. 
Cewek yg pake lip plate (belum dibuka)

Cewek yg lip plate nya setelah dibuka

5. Acid Attack (serangan asam)
  Seharusnya udah jadi hak siapa saja untuk memilih siapa yg kita cintai, tapi hal itu gak berlaku di beberapa negara di Asia. Melemparkan asam jadi cara balas dendam untuk penolakan berhubungan sex, penolakan lamaran, dan permintaan mahar. Ada juga istri yg dilempar asam karena dianggap ga menghormati suaminya. ckckck
Korban serangan asam

Cewek cantik bisa jadi buruk rupa karena zat berbahaya ini...

6. Bride Burning (pembakaran pengantin)
  Sekitar 2500 cewek jadi korban pembakaran mempelai tiap tahun di India. Pembakaran mempelai wanita jadi salah satu bentuk hukuman saat keluarga mempelai wanita menolak atau ga mampu membayar mahar. 
  Pemerintah akan menghukum pidana kurungan selama 7 tahun buat pelaku.
Korban pembakaran

Dan masih banyak lagi kekerasan terhadap perempuan lainnya di dunia ini...
So sad isn't ? Kenapa perempuan slalu dianggap makhluk paling lemah ?
Untuk direnungkan aja... Nilai seorang wanita ga cuma terletak di keperawanan sama aset berharga lainnya, tapi juga kepribadian, kepintaran, sama ketakutannya sama Tuhan. Kalau nilai wanita cuma ditentuin dgn hukum adat, bakal jadi apa ibu yg melahirkan anak-anak di dunia ini ???




Sumber :
Majalah Olga! edisi 1-14 April 2010, archive-Kaskus
(dengan perubahan seperlunya)

9 bird(s):

Chilfia Karunianty said...

ya ampun... bener-bener ngeri liat fotonya :( -kasian banget-

Ratri Sekar~ said...

aaa ngeri banget :OOO

Azizah Ananda said...

owwccchhh.....merinding bacanya :(

Misz Patricia said...

yep, so sad isn't ? emang ngeri, tapi ini cuma buat sekedar diketahui aja

Euis Maharani Rachmad said...

o.. my
is there any way to get safe for women, mereka yang ingin dihindarkan dari MBA< sex dan perkosaan, kenapa mereka yang harus berkorban?
nice info.. :(

Poey said...

ga sanggup aku bacanya...untung kita hidup di negara yg tergolong normal.paling ga aku hidup di bagian yg normal, ga tau deh yg di pedalaman gmn nasibnya

Dania Adela said...

OUCH! -__-

nonasan said...

sumpah demi apapun saya gak kuat liatnya adeeeuuuhh >,<

Putri Wahyu Ningsih said...

Like banged pat (y)

 
© Copyright 2009 by Patricia Krisnashanti l Jurnal Patricia l All rights reserved