>
0 Tolerancy for Sexual Abuse! Dolores Haze : 0 Tolerancy for Sexual Abuse!

Future Machine

Saturday, May 28, 2016

0 Tolerancy for Sexual Abuse!


Hello folks!!!
Sudah lama banget sejak postingan di bulan Januari aku gak update apapun disini hiks.
Terlalu banyak pikiran yang belum kutuangin disini.
Tapi karena tahun ini lagi booming banget kasus pemerkosaan dan pembunuhan kaum perempuan, aku bakal bahas kasus ini.
JENG JENG
IMO ya~ Siapa tahu bisa bikin perubuhan~



Well, sebenernya gak cuma tahun ini aja sih booming, tapi tahun-tahun sebelumnya juga ada, tapi entah kenapa media sekarang cenderung lebay memberitakan berita-berita pemerkosaan di tahun ini.
Tbh, aku sedih banget kalau society kita masih terkonstruksi dengan pemikiran yang cenderung patriarki. I mean, lebih menyalahkan korban perempuan. Mereka menyalahkan korban perempuan karena pakaian mereka yang mengundang nafsu lah, karena nolak cinta lah, karena gak bisa jaga diri lah, dsb. Bitch please, pengen kubazooka semua yang ngomong gitu. Seakan-akan mereka cuma liat permasalahan dari permukaan aja, tapi gak melihat lebih dalam.
Menurutku, pakaian apapun yg dikenakan oleh seorang perempuan tidak memberi pengaruh apapun. Mau kamu pakai cadar lah, pakai bikini lah, pakai rok mini lah, pakai baju dan celana panjang lah, ya jangan salahkan pakaian yg  dikenakan lah kalau nyatanya mereka merasa nyaman to? Merasa itu memang kewajiban? Merasa pakaian tersebut sesuai sikon (jalan-jalan, nongkrong, liburan, dll)?
Jika melihat dari sisi para tersangka, mereka kok bisa punya niat untuk memperkosa lalu membunuh? Kalau pada dasarnya pikiran tersangka tersebut emang brengsek? Coba deh liat di Bali. Banyak turis lalu-lalang cuma pake bikini dan pakai pakaian minim, apakah hal tersebut jadi salah mereka kalau kalian horny?
Ya ya ya, pernah waktu di kelas makul Sosiologi Hukum ada teman ku yang nyeletuk yang intinya "laki-laki kan wajar mikir yang ngeres". Helloooooo, lantas kalau emang tiap beberapa detik atau beberapa menit mikir ngeres lalu merasa sah untuk melakukan pelecehan? Gak kan? Imajinasi itu sah aja, tapi juga atur tuh moral sama hati nurani.
Gak selamanya perempuan itu jadi objek seksual. Perempuan bukan makhluk lemah.


Berikut kasus-kasus pemerkosaan yang tidak memandang sikonmu bagaimana:

   ~ http://www.beritasatu.com/nasional/182522-wanita-korban-perkosaan-massal-di-aceh-terancam-hukuman-cambuk.html (hukum syariah)
   ~ http://news.detik.com/berita/3097555/polisi-wanita-di-aceh-nyaris-jadi-korban-pemerkosaan-oknum-anggota-tni (aparat pun nyaris jadi korban)
   ~ http://jogja.tribunnews.com/2016/05/13/empat-bocah-jadi-tersangka-pemerkosaan-siswi-kelas-6-sd (tidak memandang umur)
   ~ http://www.harianjogja.com/baca/2015/07/10/pemerkosaan-bantul-dua-kakak-beradik-jadi-korban-kejahatan-seksual-622808 (never trust 100% to anyone)
   ~ http://tangerangnews.com/kabupaten-tangerang/read/17769/Ini-Kronologis-Sementara-Pembunuhan-Pacul-dalam-Kemaluan-di-Tangerang (R.I.P Enno Parinah)
   ~ http://www.vemale.com/ragam/93743-perkosa-gadis-down-sindrom-kakek-dihukum-penjara-60-tahun.html (pedofiilia dan kekerasan terhadap gadis down-syndrome)
   ~ http://daerah.sindonews.com/read/1106694/174/tragedi-yuyun-ingatkan-kasus-pemerkosaan-sum-kuning-1462567578 (R.I.P Yuyun dan Sum Kuning)

dll yang mungkin tidak terpublish oleh media.....

You're too young to hate the world so much

Lalu hukuman apa yang tepat untuk pelaku kejahatan seksual?
Kita tunggu saja hukuman dari negara yang bisa memberi mereka efek jera.
Sebagai perempuan, aku merasa dituntut untuk memiliki self-defense dan tidak mudah percaya dengan siapapun.
Tidak ada toleransi untuk segala kekerasan seksual apapun bentuknya dan kepada siapapun itu!

4 bird(s):

AS Oktriwina said...

Pat! Good to see you after so long time.

Patricia Hoo said...

long time no see, kak! :)

Zakaria H. Abdurrahman said...

Nice article Pat! btw tidak terasa sekarang kamu sudah jadi mahasiswi, selamat ya, keep blogging!

FelizADLY said...

I love your aricle Pat! Keep inspiring :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright 2009 by Patricia Krisnashanti l Jurnal Patricia l All rights reserved