>
ke-tabu-an di Indonesia Dolores Haze : ke-tabu-an di Indonesia

Future Machine

Saturday, September 10, 2016

ke-tabu-an di Indonesia



Hello folks!
Maafkan Patty yang sudah jarang update blog. Kuliah bener-bener menyita waktu, terutama tugas-tugasnya. Jadinya ya Patty sering keteteran :(

Entah kenapa Patty jadi kepikiran untuk nulis tentang ini, hal-hal yang tabu dibicarakan dan ditulis di Indonesia kita tercinta :))) 
padahalyangkutulisinijugabakaljaditabu 
heum


And then, topik-topik tabu apa aja sih yang (kayaknya) sakral banget untuk diungkapkan? Buat ngobrolin itu aja sambil bisik-bisik atau diprivate akun medsosnya. Well, walaupun gak semua takut sih, ada yang frontal dan nyantai aja.
Dari hasil pengamatanku, antara lain:
* Seksualitas: virginitas, alat kelamin, hubungan seks, alat kontrasepsi, payudara wanita, LGBT, kasus kekerasan seksual
* Agama: Islam-Nasrani-Yahudi (trinity agama samawi), pembakaran rumah ibadah/kitab, pernikahan/pacaran beda agama (yawlaaa)
* Pendidikan: sex education (sering disamain pornografi lol), paham komunisme dan sosialisme (biasanya di sosiologi sih)
* Seni: nude photography (it's depend on the purpose, some people bisa bedain mana yang murni seni dengan yang porno), film-film PKI atau yang berbau komunisme
dll.................


I mean, sekarang kita kalau mau ngepost sesuatu di medsos aja kudu mikir keras untuk ngepost yang kita pengenin. 
Alasannya? Kita kepikiran dengan pendapat orang lain tentang kita. Bagaimana persepsi mereka nanti kalau liat yang kita posting, karena kadang persepsi kita sering berbeda jauh dengan persepsi mereka. Banyak hal-hal yang dianggep lumrah bisa jadi tabu bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Misal kita posting hal yang berbau sarcasm atau satir, alamak temen kita malah ngira itu serius, hahaha. Kita posting foto (yang terkesan) vulgar disertai caption tentang sex edu, dibilang piktor lah, mesum lah, gaktau diri lah, dan blablabla. Tapi kembali lagi ke diri kita masing-masing sih, mau bertanggung jawab dengan segala konsekuensinya atau pede dengan yang kita buat.
Dilemanya sih, masa kita harus nyamain persepsi kita sendiri sama persepsi society kebanyakan? Gak kreatif dong? Gak berkembang dong? Kayak robot yang semuanya harus nyamain sistem.
Susah juga sih ya hidup di society yang pengen persepsinya kudu sama, haha. Entahlah, aku merasa semerdekanya seseorang pasti kebebasannya bakal dibatasi sama orang lain. Kita tidak merdeka seutuhnya, kalau masih mengikuti arus yang sama terus dengan orang kebanyakan. Namun, hal seperti itu tentunya punya resiko dan akibat yang harus dipertanggungjawabkan sendiri. Mindblowing.




That's all.
Mungkin ada yang mau nambahin hal tabu lainnya? :))
Mohon maaf ya dengan segala hal yang kutulis disini, kalau ada yang nggak berkenan. Aku hanya mencoba mengutarakan apa adanya sesuai realitas yang ada disekitar.......
Because there was a difference between what you said and what you did.

1 bird(s):

Adittya Regas said...

wajar aja sih patty, kan setiap orang emang punya sifat yang beda, ya hasilnya gitu juga hihi... Tinggal bagaimana kita juga kudu sabar kalau ngadepin koment gak enak dari orang2 tentang apa yang kita posting, emang kayak gitu sih menurut gue. Nama nya juga kita hidup di zaman social media, semua orang bebas berpendapat, menjawab, atau bahkan menghujar hahaha

Jangan takut selama karya yang dibuat tujuannya emang positif dan menunjukkan ide2 baru yang kreatif :D

 
© Copyright 2009 by Patricia Krisnashanti l Jurnal Patricia l All rights reserved