>
Adegan-adegan tidak masuk akal di film Hollywood Dolores Haze : Adegan-adegan tidak masuk akal di film Hollywood

Future Machine

Friday, August 26, 2011

Adegan-adegan tidak masuk akal di film Hollywood


Sebuah film dibuat dengan maksud memberikan gambaran visual dari ide dan kreatifitas berpikir para pembuatnya. Adegan-adegan di dalam film dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menggambarkan ide-ide kreatif tersebut dan kesan serta pesan yang tersembunyi di balik setiap adegan akan mampu diterjemahkan kembali di dalam pengertian penontonnya. Ribet? Abaikan saja.
Berikut ini adalah adegan-adegan di dalam beberapa film yang dibikin oleh sineas Hollywood yang dibikin terlalu berlebihan, sehingga tidak masuk akal. Selain itu di dalam kehidupan nyata hal tersebut hampir tidak pernah terjadi, padahal adegan itu menggambarkan kejadian sehari-hari.
1. Minum obat – berbentuk tablet atau kapsul – dalam jumlah banyak dan diminum dengan minuman keras atau minuman bersoda
  Adegan ini selain tidak masuk akal juga bisa berbahaya apabila ditiru oleh penonton yang tidak mengerti bahwa adegan itu adalah bohong belaka. Bagaimana mungkin seorang yang digambarkan banyak pikiran, stress atau sakit kepala, tiba-tiba membuka botol obatnya dan menuangkan hampir setengah isi botol itu ke telapak tangannya. Lalu mengambil sekaleng bir atau sebotol wiskey, memasukkan butir-butiran obat yang ada di telapak tangannya tadi ke dalam mulutnya –semuanya– lalu menelannya dengan bantuan minuman keras! Sakti amat ya ?

2. Muntah dengan memasukkan kepala di lobang toilet bukan di wastafel
  Adegan ini adalah salah satu adegan yang menjijikan di film Barat. Seseorang yang merasa mau muntah, mungkin karena minuman keras, langsung memasukkan separuh kepalanya ke dalam dudukan toilet dan muntah di sana. Padahal hanya satu meter dari tempatnya berdiri terdapat wastafel. Mungkin hanya sedikit orang Amerika yang melakukan hal itu. Tapi adegan ini sering sekali terdapat di dalam film Hollywood, terutama ketika adegan seorang wanita telah hamil.

3. Merobek uang 100 dollar
  Adegan merobek uang 100 Dollar dan menyerahkan yang separuh itu sebagai alat pembayaran adalah hal yang sangat tidak masuk akal, karena uang itu tidak akan laku. Memang bisa ditukarkan di bank sentral sebagai uang yang rusak, dengan ketentuan ¾ rusak tidak akan berlaku. Namun adegan ini memang mulai jarang terlihat di film-film Amerika akhir-akhir ini.

4. Menyalakan geretan dengan sepatu
  Adegan menyalakan geretan atau batang korek api ke sepatu atau ikat pinggang adalah adegan film Amerika era western atau film-film cowboy. Sekarang masih ada beberapa tapi dengan menggeretnya ke kusen pintu, jendela atau dinding. 
Apabila keadaan benda tempat menggesek sangat panas mungkin saja hal ini terjadi, tapi pada dasarnya apabila tidak bertemu dengan bahan belerang, kepala korek api tidak akan menyala.

5. Kejar mengejar antara mobil dengan orang yang berlari
  Sampai saat ini masih banyak film Hollywood yang menampilkan adegan orang berlari dikejar oleh orang yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi atau tampak berkecepatan tinggi. Anehnya orang yang berlari itu tidak terkejar oleh orang yang menaiki mobil, sampai dia berhasil lolos.

6. Bersembunyi di dalam bagasi mobil yang tertutup rapat
  Adegan bersembunyi di dalam bagasi mobil sejenis sedan yang tidak ada lorong tembus ke dalam bagian dalam mobil adalah adegan yang mustahil. Apalagi dalam kondisi udara luar sangat terik, karena hampir bisa dipastikan orang yang bersembunyi di dalam bagasi mobil yang tertutup rapat, sedikit udara di dalamnya akan pinsan atau mati lemas. 
Adegan ini dalam beberapa film diperbaiki dengan cara orang yang masuk ke dalam bagasi mengganjal pintu bagasi dengan sesuatu sehingga tidak tertutup rapat.

7. Membuka kunci pintu dengan sebilah kawat.
  Dalam film aksi dimana seorang anggota polisi atau detektif membuka kamar atau rumah seorang tersangka dengan jalan menggunakan sebilah kawat kecil. Yang lebih aneh lagi adalah membuka borgol dengan hanya menggunakan paper klip. Teknik aneh ini sudah dicek ke anggota polisi dan tukang ahli kunci adalah suatu kemustahilan.

8. Tembak-menembak seru yang dilakukan banyak orang
  Adegan tembak menembak di dalam film aksi atau laga, dimana beberapa orang terlibat adegan tembak-menembak yang seru, peluru berdesingan di udara dan orang-orang itu berlarian ke sana kemari, namun si pahlawan kita tidak terkena peluru, yang nyasar sekalipun.

9. Mendobrak pintu dengan tendangan atau bahu
  Mendobrak pintu yang normal pada umumnya dengan sekali tendang atau sekali terjang dengan kekuatan bahu adalah kebohongan besar. Dengan tenaga terkuat sekalipun yang dikeluarkan oleh kita dijamin hanya tulang bahu kita bisa lepas atau patah, atau paling sedikit kulit lecet atau lebam dan pintu pasti tidak akan terbuka.

10. Mengendarai mobil berkecepatan tinggi di malam hari dengan berkacamata hitam.
  Adegan ini sangat tidak masuk akal, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, di tengah lalu lintas padat dengan lihainya berzig-zag sedangkan pengemudinya berkacamata hitam pekat. Absurd, kan ?


Sumber : 
http://black7spider.wordpress.com/2010/03/25/adegan-adegan-tidak-masuk-akal-film-hollywood/
Image  source : Google

6 bird(s):

Amanda Martadinata said...

Haha kapan kapan bikin yang edisi bollywood dong ;)

Ratri Sekar~ said...

hyahahah ngakak XD yang terakhir lucu banget XD

Poey said...

hemmm..bbrp mang ga masuk akal,tp buat muntah di toilet itu kayanya mslh budaya deh.
sodaraku ada yg bule.kl muntah dia sll di toilet.
wastafel mnrt dia buat cuci muka, cuci tangan, sama buat gosok gigi.
kl muntah di wastafel nti kotorannya bisa nyumbat.
gitu...tp ga tau jg sih.

Misz Patricia said...

@amanda : bakal tak usahain bikin
@ratri : LOL bgt dek
@poey : aku juga sih klo muntah di kloset, tapi yg tertulis di artikel ini kan muntah sambil masukin muka di dalem kloset, kan jorok -,-

1mmanuel'Z-Note5 said...

wuah kopas tokh... kirain benerean hasil pengamatanmu... hahahha

Miss Patricia ♥ said...

haha, emang :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright 2009 by Patricia Krisnashanti l Jurnal Patricia l All rights reserved